Presiden Jokowi tidak ingin Layar Selat Karimata hanya sekedar seremoni
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Jokowi mengatakan, kawasan maritim di Indonesia bukan hanya masa depan, tapi juga menyatukan 17 ribu pulau yang tersebar dari barat hingga timur
JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo membuka Karimata Strait Sailing Summit di Pantai Pulau Datuk, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat pada Sabtu, 15 Oktober. Acara tersebut dihadiri oleh 30 pelaut dari 14 negara.
Saya ingin ingatkan bahwa 71 persen wilayah Indonesia adalah perairan atau laut, laut bukan hanya masa depan kita tapi menyatukan 17 ribu pulau di negara kita, laut tidak memecah belah kita tapi mempersatukan kita, kata Jokowi saat membuka Sail. Karimata.
Laut, kata mantan Gubernur DKI ini, juga menjadi penggerak perekonomian nasional yang harus dilindungi dari penangkapan ikan dan polusi. Adapun pada kegiatan Sail Karimata, Jokowi berharap acara tersebut tidak hanya sekedar seremonial.
“Kegiatan ini tidak boleh berhenti di tengah kerumunan orang. Saya tidak ingin itu dimatikan setelah selesai. “Saya ingin hal ini juga melindungi sumber daya kita dengan baik dan memulihkan budaya maritim,” katanya.
Ia mengaku senang dan berterima kasih kepada negara sahabat yang ikut serta dalam kegiatan ini. Ia mengatakan, kegiatan serupa dilakukan setiap tahunnya. Akhirnya dilakukan di Teluk Tomini.
“Kita membangun prasarana dan sarana serta menggencarkan promosi agar tempat-tempat indah bisa dikenalkan kepada negara dan dunia,” kata Jokowi.
Selain meresmikan puncak Seil Selat Karimata ke-8, mantan Gubernur DKI ini juga meresmikan Masjid Raya Kayong Utara yang terletak di pinggir pantai.
Mendorong sektor pariwisata
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan, ada 8 provinsi yang ikut serta dalam Sail Selat Karimata 2016.
“Hal ini bertujuan untuk mendorong dan mempercepat pembangunan daerah tertinggal. “Kami akan evaluasi dan upayakan agar menjadi program yang berkelanjutan,” kata Luhut.
Ia mengatakan, untuk mendorong sektor pariwisata, sejumlah infrastruktur pendukung seperti toilet umum dan rumah nelayan telah dibangun.
Selain menggelar lomba yacht, acara Pelayaran Selat Karimata juga diisi dengan demonstrasi udara yaitu flypast satu skuadron burung elang di 1 Lanud Spo, paramotor dan aksi lompat parasut oleh 40 personel Kopaskha.
3. Puncak #LayarSelatKarimata2016 diantaranya presentasi demonstrasi udara, pemasangan layar kapal nelayan dan yachtsmen dari 8 negara pic.twitter.com/xTkmTDkTSI
— Sekretariat Kabinet (@setkabgoid) 15 Oktober 2016
– dengan laporan ANTARA/Rappler.com