• April 27, 2026

Prosesi api unggun Peparnas tahun 2016 berlangsung dramatis

BANDUNG, Indonesia — Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV/2016 Jawa Barat resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Stadion Siliwangi, Bandung pada Sabtu, 15 Oktober.

Dalam pembukaan yang dihadiri Ketua Umum Peparnas Jabar XV/2016, Ahmad Heryawan dan wakilnya Deddy Mizwar, berlangsung prosesi penyalaan api Peparnas secara dramatis.

Tujuh atlet penyandang disabilitas legendaris menyalakan api. Salah satunya adalah Ni Nengah Widiasih, peraih medali perunggu Indonesia di kategori angkat besi Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

Ketujuh atlet disabilitas tersebut membawa obor secara estafet yang kemudian berakhir di tangan atlet Joko Budi Wibowo.

Namun, Joko yang bertugas menyalakan api tampak bingung saat melihat kuali panjang di depannya. Atlet penyandang disabilitas merasa kesulitan dalam menjalankan tugasnya jika menggunakan kursi roda.

Deden Komarudin yang mendorong kursi roda Joko menawarkan bantuan untuk menggendong Joko ke atas menuju tempat kuali berada. Atlet buta itu kemudian menggendong Joko di punggungnya dan menaiki tangga menuju kuali satu per satu dengan bimbingan Joko yang seolah-olah berperan seperti mata Deden.

Prosesnya berlangsung dramatis dan menuai haru sekitar 5.000 penonton di stadion milik Pemkot Bandung itu. Penonton bahkan menyemangati kedua atlet Paralimpiade tersebut dengan berteriak: “Bisa…bisa…bisa…!”

Joko dan Deden akhirnya sampai di puncak kuali. Akhirnya kita bisa sampai di sini, kata Joko.

“Kekurangan nampaknya bukan menjadi penghalang untuk maju,” ujar Deden yang disambut tepuk tangan meriah penonton.

Penyalaan api Peparnas berhasil diiringi ledakan kembang api yang khusus dilancarkan saat langit masih cerah.

Secara keseluruhan, acara pembukaan kompetisi olahraga nasional penyandang disabilitas ini berlangsung meriah, dengan sekitar 800 penari membawakan pidato bertajuk. Terbangkan Garudaku.

Sebanyak 200 orang dari total penari tersebut merupakan penyandang disabilitas yang merupakan siswa dari 28 sekolah luar biasa di kota Bandung. Mereka memeriahkan acara dengan menari, menyanyi dan menampilkan atraksi.

Seorang atlet penyandang cacat terlihat menggunakan sepatu roda papan luncur diikuti dengan gerakan break dance. Sementara empat anak berpakaian daerah mengibarkan bendera warna-warni.

Bagi Hana Mimitaw, acara pembukaannya sangat menghibur. Perenang asal Papua itu merasa senang dan bangga bisa terlibat di ajang olahraga nasional tersebut.

Hal serupa diungkapkan Rian Hidayat, atlet bulu tangkis asal Aceh. Rian yang turut serta dalam prosesi dengan mengenakan pakaian daerah itu bahkan mengaku terharu dengan sambutan yang diberikan tuan rumah. Ia berharap bisa mempersembahkan medali kepada kontingennya.

Insya Allah (dapat medali), tapi harus berusaha dulu, kata Rian yang baru pertama kali mengikuti Peparnas.

Pepparnas Nasional ke-15 tahun 2016 diikuti 1.983 atlet dan 718 atlet. resmi dari 33 kontingen. Para atlet akan memperebutkan 605 medali emas, 605 medali perak, dan 935 medali perunggu di 13 cabang olahraga dan 605 cabang olahraga.

Diharapkan lebih baik dari PON XIX

Tuan rumah telah menyiapkan 14 venue khusus, satu venue pembukaan dan penutupan yakni Stadion Siliwangi, dan 13 venue pertandingan lengkap dengan fasilitas aksesibilitas dan perlengkapan pertandingan yang memenuhi standar nasional dan internasional.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam laporannya mengatakan, pihaknya telah menyiapkan akomodasi dan makan di 29 hotel yang memiliki fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Dalam pelayanan transportasi, tuan rumah juga khusus membuatkan 12 bus untuk atlet yang menggunakan kursi roda.

“Ini baru pertama kali terjadi selama penyelenggaraan Peparnas di Indonesia,” kata Heryawan yang juga mengatakan, dana seluruh fasilitas pelayanan di Peparnas kali ini bersumber dari hibah APBD Provinsi Jawa Barat dan APBN melalui DIPA dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, serta sponsor.

Peparnas tahun ini, kata Heryawan, juga mencatatkan sejarah karena pertama kali diselenggarakan secara independen oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, setelah sebelumnya berada di bawah kepengurusan KONI.

Heryawan mengaku berusaha keras untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pertandingan dan kualitas pelayanan bagi peserta Peparnas XV sama atau bahkan lebih baik dari PON XIX.

“Karena kami percaya bahwa kemampuan memfasilitasi penyandang disabilitas dengan sebaik-baiknya mencerminkan tidak hanya keramahtamahannya saja, namun juga tingkat peradaban pemerintah dan masyarakat Jawa Barat yang semakin baik, seperti masyarakat dan pemerintah di negara-negara maju pada umumnya. ,” dia berkata.

Atlet penyandang disabilitas menerima bonus yang sama

Pemandangan yang dilakukan atlet difabel pada pembukaan Peparnas XV/2016 Jawa Barat di Stadion Siliwangi Bandung, 15 Oktober 2016. Foto oleh Yuli Saputra/Rappler

Perlakuan setara terhadap seluruh atlet, termasuk atlet penyandang disabilitas, juga menjadi inti sambutan yang disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Ia mengatakan, pemerintah telah memberikan bonus yang sama kepada seluruh atlet peraih medali, termasuk atlet penyandang disabilitas. Seperti saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali Olimpiade dan Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

“Kita tidak boleh menganggap remeh atlet penyandang disabilitas sedikitpun karena mereka berjuang bersama, meraih prestasi bersama,” kata Imam.

Imam berharap Peparnas tahun ini menjadi awal yang baik bagi SEA Games 2017 dan Asean Paralympics 2018. Imam berjanji, pemerintah akan terus mendukung para atlet untuk meraih prestasi lebih baik. Ia juga berharap Peparnas menjadi ajang silaturahmi dan menumbuhkan semangat kemajuan Indonesia.

“Terbangkan Garudaku, berjaya di negeri legenda,” ujarnya sebelum membuka resmi Peparnas XV/2016 Jawa Barat. —Rappler.com

judi bola online