Protokol keamanan menjadi alasan Panglima TNI ditolak masuk AS
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Jenderal Gatot mengaku kecewa karena ditolak masuk Amerika Serikat
JAKARTA, Indonesia – Kontroversi penolakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo perlahan mulai terungkap ke Amerika Serikat. Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Dave Lapan mengatakan, pihaknya telah menginformasikan Kedutaan Besar AS di Jakarta untuk menyampaikan pesan tersebut ke kantor Gatot.
Pesan tersebut menyebutkan, penerbangannya ke Negeri Paman Sam kemungkinan tertunda karena protokol keamanan yang tidak ditentukan. Namun Lapan menolak menjelaskan protokol keamanan apa yang ada dalam pikiran AS.
“Kami tidak bisa menyampaikan detail masing-masing kasus kepada publik,” kata Lapan seperti dikutip Reuters pada Selasa, 24 Oktober.
Namun masalah tersebut akhirnya teratasi dan pemerintah AS memesan ulang tiket untuk penerbangan berikutnya.
“Namun, dia memilih untuk tidak terbang. Pemerintah AS ditugaskan untuk memastikan bahwa semua orang yang bepergian ke AS telah disaring dan diperiksa secara menyeluruh. “Kami mohon maaf karena penumpang yang bersangkutan dan istrinya merasa tidak nyaman,” kata Lapan melalui keterangan tertulis. (BACA: Jenderal Gatot kini bisa terbang ke Amerika)
Belum diketahui apakah Gatot sudah mengetahui penerbangannya akan ditunda. Namun, melalui Kepala Pusat Penerangan Masyarakat TNI, Gatot enggan terbang ke Negeri Paman Sam hingga ada penjelasan kenapa ia ditolak masuk ke sana.
Kecewa
Sementara itu, Gatot mengaku kecewa tidak bisa bergabung bersama 77 pemimpin militer lainnya dari seluruh Asia-Pasifik dalam konferensi kontraterorisme di Washington DC pada 23-24 Oktober. Bahkan, undangan tersebut datang langsung dari Panglima Angkatan Darat AS, Jenderal Joseph F. Durford Jr, yang disebut-sebut merupakan teman dekatnya.
“Karena itu, apakah saya akan kecewa? Tentu saja saya kecewa karena saya berteman dengan Jenderal Durford. Ketika saya pergi ke sana, saya disuguhi… kopi pagi di rumahnya yang indah, lalu diajak makan malam, makan steak yang enak. Yang lebih luar biasa lagi, lagu Bengawan Solo dibawakan oleh tentara militer Amerika, kata Gatot mengenang kunjungannya ke AS pagi tadi di Istana Kepresidenan.
Sayangnya keinginan tersebut tidak bisa terwujud karena aksesnya ditolak. Gatot mengaku tidak akan berangkat ke AS tanpa izin Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Jika kamu bertanya kapan aku akan berangkat lagi? Karena saya sudah melapor, saya keluar atas perintah Presiden. Tanpa itu, saya sendiri tidak bisa mengambil inisiatif, katanya.
Gatot pun sadar, dirinya sudah tidak bisa lagi menghadiri konferensi tersebut. Oleh karena itu rencananya dalam waktu dekat akan ada komunikasi antara Jenderal Durford dan Gatot. Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar AS di Jakarta akan memfasilitasi komunikasi ini.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku melaporkan kejadian yang menimpa Gatot di Bandara Soekarno-Hatta kepada Presiden Jokowi pada Senin, 23 Oktober. Meski tidak ada lagi pembatasan perjalanan bagi Gatot, Retno masih menunggu penjelasan dari pemerintah AS mengapa nama Gatot masuk dalam daftar larangan tersebut. (BACA: Daftar Pejabat Indonesia yang Ditolak Masuk Luar Negeri)
“Dari mereka saya mendapat informasi bahwa situasi sudah teratasi. Tidak ada lagi batasan apa pun untuk mengunjungi Amerika Serikat, namun menurut saya, itu saja tidak cukup. “Masih perlu penjelasan mengapa kejadian itu terjadi,” kata Retno kemarin di Kementerian Luar Negeri.
Karena isu ini memicu sentimen nasionalis dari dalam negeri. Bahkan, beberapa poster seruan pengusiran duta besar dan warga Amerika terpampang di berbagai tempat.
Cepat sekali – tanda tangan di Jakarta Pusat pagi ini: “Keluarkan Duta Besar AS” pic.twitter.com/WWT6CRHx90
— Adam Harvey (@adharves) 23 Oktober 2017
Skandal Gatot: ‘Pulanglah Orang Amerika!’ Bertanya-tanya apakah mereka membayar ekstra untuk pekerjaan yang terburu-buru. pic.twitter.com/U8vzg0008o
— Adam Harvey (@adharves) 23 Oktober 2017
Mantan Duta Besar Indonesia untuk AS, Dino Patti Djalal, meminta pemerintah Indonesia segera memprotes keras larangan masuknya Gatot ke Negeri Paman Sam. – Rappler.com