Terinspirasi dari perayaan ‘Day of the Dead’, Disney-Pixar akan merilis ‘Coco’
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
‘Coco’ akan tayang pada bulan November 2017
JAKARTA, Indonesia – Disney-Pixar telah merekrut sutradara Lee Unkrich untuk menggarap proyek film animasi terbaru mereka bertajuk Kelapa. Berbeda dengan film animasi lainnya, kali ini Pixar akan fokus pada objek baru yaitu kerangka manusia.
Bersetting di Meksiko, film ini bercerita tentang seorang anak laki-laki berusia 12 tahun bernama Miguel yang tinggal di keluarga yang membenci musik. Hal ini menjadi tantangan bagi Miguel yang sebenarnya ingin menjadi musisi handal seperti Ernesto de la Cruz.
Miguel berasal dari kota bernama Santa Cecilia, seorang suci yang dikenal sebagai pelindung para musisi. Pixar mengambil inspirasi dari sebuah kota di Meksiko bernama Oaxaca dalam mendesain kota ini.
Di desa ini, Miguel mengalami serangkaian peristiwa mistis dan magis yang membawanya ke suatu wilayah yang penuh dengan keajaiban kerangka (kerangka manusia) atau dikenal dengan sebutan Tanah orang mati.
Dalam petualangannya, Miguel ditemani oleh seorang musafir bernama Hector yang selalu menguji kehebatan musik Miguel dan mengungkap rahasia keluarga Miguel yang belum pernah ia ketahui sebelumnya.
Hari kematian
Cerita Kelapa Ini kurang lebih terinspirasi oleh perayaan Hari kematian atau Day of the Dead yang sangat menarik minat sutradara. Unkrich sangat tertarik dengan berbagai ikonografi dan sosial budaya yang mewarnai perayaan ini, dimana yang hidup dan yang mati bisa bersatu kembali. “Momen ini adalah perayaan yang indah,” ujar sutradara yang sebelumnya pernah terlibat dalam sederet film animasi papan atas Pixar seperti Monster Inc., Mencari Nemo Dan Cerita mainan 3.
Sejak mulai mengerjakan proyek ini lima tahun lalu, Unkrich sangat terlibat dalam komunitas Latino. Semuanya dilakukan untuk mendapatkan gambaran detail dan spesifik.
Klaim menjaga keaslian budaya juga mempengaruhi proses tersebut pemeran para aktor dalam film ini. Ernesto de la Cruz yang diperankan oleh Benjamin Bratt merupakan gabungan musisi terkenal asal Meksiko seperti Pedro Infante, Jorge Negrete dan Vicente Fernández.
Disuarakan oleh Renée Victor (Gulma) terpilih untuk memainkan salah satu karakter penting dalam film tersebut Kelapa yaitu sebagai nenek Miguel atau dalam bahasa Meksiko disebut nenek.
“García Bernal memberi kami kesenangan tersendiri dalam proses pembuatan film ini,” kata Unkrich. Bintang yang terlibat dalam serial ini Mozart di hutan Dia berperan sebagai Hector, sahabat Miguel.
Ada pula sosok aktor asal Chile berusia 12 tahun Anthony Gonzales yang turut terlibat dalam proses produksi film ini.
Meskipun ini bukan film musikal, akan ada banyak lagu dalam film tersebut Kelapadan hampir semua karakternya adalah musisi. trek suara film ini akan menggabungkan musik orisinal dengan standar musik Meksiko. -Rappler.com